Boleh jadi di antara mereka yang tidak memiliki kebutuhan pokoknya
setiap harinya, akan tetapi dia adalah seorang yang benar-benar bahagia
dan bergembira bagaikan pemilik dunia dan segala isinya.
Allah berfirman,
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah
dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya iti dari apa
yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
tulisan di atas saya kutib dari web muslim.or.id, yah setidaknya bisa membuat adik kita ini terhibur ketika membaca tulisan saya yang sederhana ini..
Baru saja saya buka buka folder saya di laptop, dan kebetulan menemukan sebuah video yang saya rasa cukup menyentuh..hehe saya orangnya melankolis dan suka video yang membuat mengharu biru..
Pasti tahu kan ini ? yup..saya paling "membenci" tayangan ini karena cerita di dalamnya pasti merusak mood, maksudnya pasti membuat saya agak gimanaa gitu, karena disni kita bisa selalu bersyukur yang terkadang lisan ini tidak berhenti mengatakan..ya Alloh aku ingin ini dan itu,padahal yang ada saja tidak disyukuri malah minta yang tidak ada..astagfirulloh
nama Adik yang satu ini euis, khan seperti nama orang sunda pada umumnya, dan saya suka sekali belajar bahasa sunda, bukannya apa ya..bahasa sunda itu khas sekali bagi saya dan selalu unik ketika mempelajarinya...aduh, malah nyerempet ke yang lain..kembali ke euis..yang saya kagum sama adik ini adalah setiap hari dia menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam untuk kesekolah...itu jalan kaki loh..dan itu dia lakukan setiap hari, yang membuat saya ssangat kagum plus terharu @.@ adik ini tidakpunya uang saku dan bayangkan donk 1,5 jam untuk jalan kaki minumnya darimana dll...ya robb semoga cepat lulus dan beprestasi ya dik..
Ini sekolah adik kita dan beliau termasuk siswa yang berpretasi loh...
di saat teman-teman lain istirahat membelimakan adik kita ini hanya bisa duduk sendiri di kelas karena uang jajan tidak pernah ada di sakunya..
dan apa perasaanmu jika hanya bisa melihat teman yang bisa jajan sesuka hati ? namun alhamdulillah teman euis pada baik dan suka memberikan euis makanan jika mereka melihat euis tidak ada jajan..
ibu adik kita sedang membuat kue serabi,tahukah anda? serabinya hanya laku tiap harinya 16.000 rupiah? dan setengahnya tidak bisa dipakai karena harus diputar untuk modal awal..ya Robbi masukkanlah ibu ini ke syurgamu..:)
sebenarnya banyak sekali dari video yang saya tonton untuk saya ceritakan,namun saya berharap dari tulisan saya,saya bisa membuat anda dan saya mengambil hikmah,bahwa terkadang memang kita ini sedikit sekali bersyukur..
saya pun berharap bahwa suatu saat nanti saya bisa bertemu euis,bukan untuk share..tetapi melihat bahwa suatu saat nanti...dia bisa membawa kehidupan keluarganya ke puncak tertinggi...yaitu syurga dunia dan akhirat.
wassalamu'alaykum :)
Jumat, 28 November 2014
Kamis, 27 November 2014
Kerasukan atau tidak ?
Melihat fenomena yang sering kita lihat di masyarakat atau sekolah tentang kerasukan, saya pribadi kadang menyikapinya dengan kurang antusias, karena kerasukan itu bukan prestasi atau anugrah.Kerasuka itu aib, karena yg mengalami pasti malu.
lah, yg membuta saya bingung adalah kalau orang kerasukan dimanfaatkan sama yang meruqyah,jadinya mungkin bisa ruqyah plus-plus..lebih mirip pijat plus-plus namun ini terlihat lebih syar'i, jadi saya mohon untuk lebih berhati-hati dengan orang yang berpra pura kerasukan karena :
- galau
- pengen pulang cepat (biasanya ini anak SMA)
- peruqyahnya ganteng @.@
- ingin cari perhatian
- atau yang lebih parah,suntuk mau ngapain jadinya coba-coba kerasukan gitu
fine,selamat mencoba ! bukan kerasukan ya @.@
Rabu, 26 November 2014
Hafalan quran
alhamdulillah al baqoroh,al anfal dan luqman mulai bisa dihafal dengan baik...namun saya sedikit agak bingung karena masing masing mempunyai irama yang berbeda,karena metode menghafal saya lewat mendengar dibanding harus melihat mushaf..mohon doanya ya mudahan bisa 30 juz :)
Selasa, 04 November 2014
Saya,Jimat dan Bill gates
3 hari yang lalu saya diundang untuk datang ke daerah Bogor, babakan di komplek perumahan batavia, dan seperti biasa saya diminta untuk diskusi mengenai masalah klenik atau jimat, tapi tenang, adegan selanjutnya jauh dari anggapan beberapa sahabat yang mungkin sering melihat adegan pengusiran jin layaknya adegan laga, hehehe...tenang sobat,saya lebih mengedepankan logika dibanding adegan laga,hehe
Nah, ya..seperti biasa saya pulangnya membawa jimat seperti di foto atas, namun uniknya adalah proses meminta jimat tersebut membutuhkan dialog cukup "berat" namun alhamdulillah cukup berhasil, kurang lebih begini dialognya
saya : pak,saya minta saja jimatnya karena ini bertentangan dengan akidah bapak sebagai seorang muslim (apalagi banyak kejadian aneh semenjak si bapak bawa jimat, seperti pintunya suka ditendang oleh orang, namun setelah dilihat tidak ada orang)
bapak : Tapi, kata kiai saya ini bisa buat saya kaya,tapi memang kok mas semenjak punya jimat ini kerjaan saya lancar dll
saya : tapi khan sekarang istri bapak suka ketakutan karena beberapa hal,dan anak bapak suka nangis malam-malam,saya rasa jimat ini mengganggu bapak,karena pasti dihuni oleh makhluk tak jelas.
bapak :tapi mas saya takut jadi miskin,apalagi saya dijanjikan bisa kaya kalau punya jimat ini,
saya : bapak tahu bill gates?
bapak : iya saya tahu
saya : beliau jadi orang terkaya di dunia tapi nda punya jimat tuh,benar nda pak ??
bapak : maksudnya ?
saya : mau sukses dan kaya itu kerja yg baik pak,bill gates saja bisa kaya tanpa jimat, lah kok bapak masih percaya jimat bisa buat kaya ??? gini aja apa merk mobil si dukun yg ngasih jimat ??
bapak : nda punya mobil mas,punya nya astrea lama..
saya : nah lho, dia aja miskin kok mau buat bapak kaya?? logikanya dia sendiri nda bisa buat bapak kaya kok mau buat bapak kaya,aturan dia mengkayakan dirinya sendiri dulu atuh pak..
bapak : iya juga ya mas..
kira kira begitulah saya dialog dengan bapak x, dan pada akhirnya beliau menyerahkan jimatnya pada saya untuk dimusnahkan, namun lucunya setelah itu ada pemuda yang curhat dikasih jimat buat dapet jodoh.
mari kita pakai logika sebodoh bodohnya saja,kalau saya jadi dukunnya, tentu saya bisa punya istri cantik nan aduhai..lalu kenapa kita percaya pada dukun yang katanya bisa buat dia dapet jodoh sementara (maaf) jodohnya saja tidak lebih cantik dari wanita incaran kita, dan yg lebih menyakitkan dukunnya itu JOMBLO !!!
nah, para pembaca yg semoga sukses luar dalam :), saya harapkan kita mulai sekarang jika mau maju, maka berusaha usaha dan usaha, karena 1 garis finish itu bisa kita gapai bermula dari 1 langkah kecil, dan 1 langkah kecil itu dimulai dari sebuah gerakan dan gerakan itu ada karena usaha.dan bukan mecari jalan pintas agar kita bisa menggapai tujuan kita, apalagi kita akhirnya dibodohi oleh orang bodoh, sedih bukan ?
Selamat berusaha sekuat tenaga agar kita bisa mencapai garis finish yang indah karena kerasnya usaha kita,dan semoga Alloh senantiasa merahmati langkah kita menuju syurganya, dan waspada ya dibodohi dukun palsu, dan memang semua dukun palsu kecuali dukun beranak, hehe. Wassalamu'alaykum
Kamis, 22 Mei 2014
Lindungi kami
Ya Alloh..
Aku adalah salah satu ciptaanmu...
Lahir dibumi dalam keadaan bersih dan suci...
Aku menangis namun aku yakin engkau tertawa karena aku engkau ciptakan dalam bentuk sempurna
Ya Alloh...
Maaf ya jika aku senantiasa melupakanmu..
Mungkin karena aku merasa ada yg lebih perduli padaku
Padahal engkau adalah sebaik baiknya pendengar....
Kau tidak pernah meninggalkanku..
Tapi akulah yg meninggalkanmu...
Ya Alloh...
Apa kabar nabiku tercinta muhammad disana..
Apakah dia sedang tertidur...
Apakah dia pernah menanyakan tentang keadaanku..
Karena aku sangat mencintainya...
Atau mungkin dia tak mengenaliku karena aku
Banyak meninggalkan sunnahnya...
Ya Alloh...
Aku kadang merasa letih dengan dunia...
Dia mengombang ambingku...
Membuatku menangis
Membuatku bersedih...
Dan bahkan lalai darimu...
Ya Alloh...
Kira kira aku ini termasuk hamba yg engkau cintai...?
Sehingga syurga telah engkau sediakan untukku..
Atau mungkin sekarang engkau membenciku
Dan telah menyiapkan neraka membara untukku
Ya Alloh...
Aku minta maaf ya...
Jika hambamu yg mungil ini banyak dosa..
Aku minta sesuatu..
Dan kumohon agar engkau kabulkan...
Agar hambamu ini bisa melihat sejuta senyuman yg abadi hingga syurga...
Buat yg membaca catatan ini...
Terhapus dosanya ya Alloh...
Bahagiakan orang tuanya...
Adik adiknya...
Keluarganya...
Jika iya masih menangis...tolong hapuskanlah air matanya...
Atau engkau kirimkan seseorang untuk menghapus air matanya...
Dan aku yakin engkau mengabulkan...
Karena engkau sangat mencintai kami...
Sehingga mulai saat ini yg membaca tulisan ini janji
Tidak akan meninggalkan ibadah nya yg wajib...
Alloh..jika suatu hari nanti aku bertemu denganmu....
Izinkan aku untuk memelukmu...dan tak akan melepaskan pelukan itu hingga engkau dengar semua ceritaku...
Tentang bagaimana aku menjalani hidupku di dunia...
Oh iya....semoga waktu aku memelukmu....
Nabiku muhammad sedang tersenyum melihatku...dan sampaikan bahwa aku sangat merindukannya....
Rabu, 21 Mei 2014
Juri lomba adzan TK
Alhamdulillah lomba adzan tingkat TK telah selesai...selamat bagi pemenang dan selamat belajar bagi yg belum beruntung
Rabu, 07 Agustus 2013
kisah husnul khotimah dan su'ul khotimah
Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku
dalam lingkungan yang balk. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang
dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, nia selalu
dalam Shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu
lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada’ diri sendiri: ”Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.
***
Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari rnlingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.
Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku’sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.
Ketika kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras.
Kami mengalihkan pandangan. Teryata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong Korban.
Kejadian yarng sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis kedua nya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.
Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.
Ucapkanlah ”Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah rntemanku.
Tetapi sungguh mengherankan, DARI MULUTNYA MALAH MELUNCUR LAGU-LAGU. Keadaan itu membuatku merinding.
Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi rnorang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.
Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… KEDUANYA TETAP TERUS SAJA MELANTUNKAN LAGU.
Tak ada gunanya…
Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.
Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.
Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan SU’UL KHATIMAH (KESUDAHAN YANG BURUK). Ia berkata: ”Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.
Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.
***
Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.
*** Kejadian Yang Menakjubkan…
Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.
Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemani-ku pada peristiwa yang rnpertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan.
Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.
Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia MENGGUMAMKAN SESUATU. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.
IA MELANTUNKAN AYAT-AYAT SUCI AL-QUR’AN …dengan suara amat lemah.
”Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan : ia hampir mati.
Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan’ al quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: ”Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman” aku Meyakinkan diriku sendiri.
Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qurlan yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rnrongga.
Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.
Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.
Sampai di rumah sakit…Kepada orang-orang di sana kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.
Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.
Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.
Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. ”Justru saya memanfaatkan waktu pejalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.
Aku ikut menyalati jenazah dan mengantamya sampai ke kuburan.
Dalam liang rnlahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.
”Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah”.
Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…
Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…
Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Aamiiiin…
Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada’ diri sendiri: ”Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.
***
Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari rnlingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.
Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku’sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.
Ketika kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras.
Kami mengalihkan pandangan. Teryata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong Korban.
Kejadian yarng sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis kedua nya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.
Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.
Ucapkanlah ”Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah rntemanku.
Tetapi sungguh mengherankan, DARI MULUTNYA MALAH MELUNCUR LAGU-LAGU. Keadaan itu membuatku merinding.
Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi rnorang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.
Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… KEDUANYA TETAP TERUS SAJA MELANTUNKAN LAGU.
Tak ada gunanya…
Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.
Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.
Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan SU’UL KHATIMAH (KESUDAHAN YANG BURUK). Ia berkata: ”Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.
Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.
***
Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.
*** Kejadian Yang Menakjubkan…
Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.
Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemani-ku pada peristiwa yang rnpertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan.
Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.
Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia MENGGUMAMKAN SESUATU. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.
IA MELANTUNKAN AYAT-AYAT SUCI AL-QUR’AN …dengan suara amat lemah.
”Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan : ia hampir mati.
Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan’ al quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: ”Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman” aku Meyakinkan diriku sendiri.
Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qurlan yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rnrongga.
Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.
Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.
Sampai di rumah sakit…Kepada orang-orang di sana kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.
Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.
Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.
Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. ”Justru saya memanfaatkan waktu pejalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.
Aku ikut menyalati jenazah dan mengantamya sampai ke kuburan.
Dalam liang rnlahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.
”Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah”.
Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…
Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…
Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Aamiiiin…
Langganan:
Postingan (Atom)








